waspada!!gendam berkeliaran, ini modusnya

Surabaya, Evi (50), korban kasus penipuan bermodus gendam, pada Radio Suara Surabaya  menuturkan, kejadian itu menimpa dirinya sekitar pukul 11.00 WIB saat dirinya hendak pulang ke Malang, Selasa (26/12/2017).

Evi menjelaskan kejadian bermula ketika dia dari Bandara Juanda hendak ke Malang bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang memiliki tujuan sama yaitu ke Malang.

“Saya dari Bandara Juanda naik bus, tujuannya mau ke terminal Bungurasih, terus di bus ketemu ibu-ibu sepuh yang katanya juga mau ke Malang, dan dijemput putranya di Terminal Bungusarih (Purabaya, red). Saat sudah sampai terminal, ketemu sama putranya, saya diajak bareng karena sama-sama mau ke Malang. Awalnya saya menolak, tapi saya pikir ya sudahlah tidak apa-apa, kan tujuannya sama,” kata dia.

Evi menceritakan bahwa saat di Sidoarjo perjalanannya sempat terhenti, karena driver ingin membeli air minum. Tiba-tiba ada seorang laki-laki berlogat melayu, kata Evi, yang menanyakan alamat Singosari.

“Bapak itu tanya arah Singosari dimana, akhirnya sama ibu-ibu itu diajak bareng, karena satu tujuan. Di mobil, laki-laki itu cerita kalau mau ke NTT, tapi tidak ada dana. Dia menawarkan berlian yang mau dijual agar punya ongkos. Saya tidak beli, ibu itu yang mau beli. Tapi dia mengajak saya patungan karena uangnya tidak cukup harus ke ATM dulu, nanti uang saya katanya akan diganti,” kata dia.

Dengan ajakan itulah, Evi memberikan uang dan perhiasannya. Evi mengaku setelah barangnya diserahkan ke pelaku, dia diturunkan dan ditinggal di wilayah Sidoarjo.

“Bapak itu minta diturunkan, katanya mau beli tiket travel, sekalian sama makan siang. Setelah makan, saya tunggu kok lama, saya lihat mobilnya sudah tidak ada, saya ditinggal begitu saja,” kata dia.

Evi mengatakan masih ada tas miliknya di mobil tersebut, yang isinya berupa pakaian, paspor, surat nikah dan laptop. Menurut Evi, mobil yang telah membawa barangnya itu bernopol W 948 BP, bewarna hitam metalic. Namun Evi tidak ingat jenis mobil tersebut.

Setelah mengalami kejadian tersebut, Evi langsung melaporkan ke Polresta Sidoarjo. Hingga berita ini diturunkan, Evi mengaku sudah dalam perjalanan pulang ke Malang dengan bantuan polisi.

Kejadian serupa juga pernah dialami kakak dari Mohammad Ali. Ali pada Radio Suara Surabaya menceritakan, sekitar 5 bulan yang lalu, kakaknya pergi naik bus dan bertemu dengan orang yang memiliki tujuan sama.

“Kemudian diajak naik mobil bareng, pas di tol naikkan orang lagi. Terus menawarkan mau jual emas dan berlian, akhirnya uang kakak saya dikuras di ATM sekitar Rp36 juta. Jadi masyarakat sebaiknya waspada dengan modus-modus seperti ini. Jangan terlalu percaya pada orang yang baru dikenal,” kata Ali.(ang/ipg)

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here