pembunuhan tuban

Militan.co.id – Warga Gresik Ini tega Keroyok Orang Gila Sampai Tewas, Enam Warga Gresik harus berurusan dengan polisi hanya karena masalah dengan orang gila, namun kasunya adalah mereka melakukan pengeroyokan terhadap Wahyudi yang tengah mengalami gangguan jiwa dan gila. Menurut mereka, hal ini dilakukan karena kesal dengan ulah korban.

Enam warga yang diamankan, antara lain Sandy Fadhoni (19) dan Imam Fauzi (36), Tlogopojok, Gresik. Kemudian, Suyono (41), Mat Turi (54), warga Desa Roomo; Choirul Arifin (35), warga Desa Peganden; serta Dwi Priyanto (40), asal Kecamatan Manyar, Gresik.

Informasi dari polisi, kasus pengeroyokan terjadi diduga karena para pelaku kesal dengan ulah korban. Karena, korban sering berbuat onar, melempari warga dan pengguna jalan, serta menantang masyarakat. Alhasil amarah warga tersulut dan terjadilah aksi pengeroyokan.

Seorang pelaku, Mat Turi menuturkan, fenomena ini berawal saat dirinya dilempari batu oleh korban di depan SPBU Jalan Raya Meduran, Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik, pada 4 November 2017 sekitar pukul 03.00 WIB. Kemudian, Mat Turi dibantu Imam mengejar dan menyeret korban ke tepi jalan.

Pelaku yang lain datang dan mengeroyok korban beramai-ramai hingga babak belur. Korban dipukul dengan kayu, tangannya diikat dan mulutnya dimasuki tanah. “Aku kesal saja, sehingga ambil tanah dan saya masukan ke mulut korban. Dan kami tak tahu jika korban mengalami gangguan jiwa,” ujar Mat Turi di Mapolsek Manyar, Selasa (14/11/2017).

Sementara Fadhoni berdalih, dia cuma memukul korban dengan kayu sepanjang sekitar 2 meter itu di bagian kaki. Tangan digunakan ia juga memukul korban. “Kemudian korban diikat ke tiang listrik dan kami tinggalkan di lokasi,” akunya.
Sementara Kapolsek Manyar AKP Rian Septia Kurniawan menyampaikan, pengeroyokan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Satu jam kemudian pukul 04.00 WIB korban diikat di tiang listrik yang jaraknya hanya lima meter dari lokasi pengeroyokan.

Tetapi, pihaknya baru mendapat laporan sekitar pukul 13.30 WIB. Saat petugas mendatangi lokasi, kondisi korban sudah mati dalam posisi terlentang di gang pintu keluar Kampung Roomo. “Kami langsung pengungsian ke RSUD Ibnu Sina untuk dilakukan visum. Lantaran enggan dilakukan autopsi, keluarga langsung membawa jenazah kerumah kesedihan

Dari hasil oleh tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi. Sejumlah hari kemudian, sukses meringkus enam orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan. “Berdasarkan keterangan saksi dan bukti mereka kami ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Rian didampingi Kanit Reskrim Aiptu Yoyok Mardi.

Keenam tersangka diancam dengan pasal seratus tujuh puluh ayat (2) KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban mati dunia. Ancaman hukuman sepuluh tahun penjara. Penyelidikan dilakukan saat ini petugas tengah sebab masih ada dugaan calon tersangka lain. “Kami masih selidiki lantaran diduga pelaku lebih dari sepuluh orang,” sambung Rian.

Baca juga :

Periksa Petasan, Polisi Pasuruan Apes Karena Petasannya Meledak Kaki Dan Tangannya Sampai Seperti Ini

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here