bung tomo

Militan.co.id – Hari Pahlawan Sosok Bung Tomo Sebagai Pembakar Semangat Arek Arek Suroboyo Memang Luar Biasa, Bung Tomo memiliki nama asli Sutomo dan dahulunya dia tak banyak yang kenal, apalagi waktu itu dia terpilih sebagai anggota GRB pada tahun 1994 yang disponsori oleh Jepang. Tak ada satupun yang kenal dia.

Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu Pemimpin yang menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya, yang pada waktu itu Surabaya diserang habis-habisan oleh pasukan Inggris yang mendarat untuk melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan membebaskan tawanan Eropa.

Nama Bung Tomo semakin melejit berkat seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi. Walau Indonesia kalah dalam Pertempuran 10 November itu, fenomena ini tetap dicatat sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Tapi siapa yang menyangka, ternyata dahulu Bung Tomo juga pernah menjajal profesi jurnalis, sampai sukses mengantarnya sebagai pewarta andal.

Hari Pahlawan Sosok Bung TomoSetelah kemerdekaan Indonesia, Sutomo sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950-an, tetapi dia tidak merasa senang dan kemudian menghilang dari panggung politik. Pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Suharto yang mula-mula didukungnya, Sutomo kembali mencuat sebagai tokoh nasional.

Padahal, beragam jabatan kenegaraan krusial pernah disandang Bung Tomo. Ia pernah menjadi Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata (Veteran) sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956 di zaman Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Bung Tomo juga tercatat sebagai anggota DPR pada 1956-1959 yang mewakili Partai Rakyat Indonesia.

Tetapi pada awal 1970-an, dia kembali berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru. Dia berbicara dengan keras terhadap program-program Suharto sehingga pada 11 April 1978 ia ditahan oleh pemerintah Indonesia yang sepertinya khawatir bakal kritik-kritiknya yang keras. Baru setahun lalu ia dilepaskan oleh Suharto. Meski semangatnya tak hancur di dalam penjara, Sutomo sepertinya tidak lagi berminat untuk bersikap vokal.

Dia masih tetap berminat terhadap masalah-masalah politik, tapi dia tidak pernah mengangkat-angkat peranannya di dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Agar kelima anaknya sukses dalam pendidikannya, ia sangat dekat dengan keluarga dan anak-anaknya, dan ia berusaha keras

Sutomo sungguh bersungguh-sungguh dalam kehidupan imannya, tetapi tak menganggap dirinya sebagai seorang Muslim saleh, ataupun calon pembaharu dalam agama. Pada 7 Oktober 1981 dia mangkat dunia di Padang Arafah, ibadah haji sedang ditunaikan oleh ketika.

Berbeda dengan tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci, jenazah Bung Tomo dibawa balik ke tanah air dan dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya.

Gelar pahlawan nasional pun diberikan kepada Bung Tomo bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2008. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh pada tanggal 2 November 2008 di Jakarta.

Baca juga :

Kronologi Mobil Tabrak Pengendara Motor Di Raya Darmo Surabaya

 

Hari Pahlawan Sosok Bung Tomo

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here