Korupsi Lamongan
Judi Kartu Online

Militan.co.id – Eks Kepala Desa Di Paciran, Lamongan Korupsi Saat Ini Berurusan Dengan Polda, Bekas Kepala Desa di Paciran , lamongan Harus berurusan dengan pihak kepolsian Polda Jatim karena telah melakukan pencurian uang dari Hasil penjualan tanah milik seorang petani.

“Dari TPPU yang diduga dilakukan tersangka, kita mengamankan barang bukti uang tunai sekitar Rp 1,3 miliar,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat jumpa pers bersama Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin di Mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (9/11/2017).

Tersangka adalah Imron Rosyadi, eks Kepala Desa Sidokelar, Paciran, Kabupaten Lamongan. Penyidik Subdit Perbankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim menetapkannya sebagai tersangka atas kasus dugaan Tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas penjualan lahan milik masyarakat.

Baca juga : Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia di Bojonegoro Kota

Wakil Direktur Reserse Kriminal Eksklusif AKBP Arman Asmara Syarifuddin menerangkan, sebelum polda menangani kasus TPPU. Tersangka sudah berurusan dengan Satreskrim Polres Lamongan, atas laporan spekulasi penipuan dan penggelapan dana pembayaran pembebasan tanah (jual beli tanah) milik beberapa warga pada Juli 2016.

Eks Kepala Desa Di Paciran, Lamongan KorupsiPada April sampai Agustus 2014, tersangka yang saat tersebut menjadi Kepala Desa Sidokelar, menangani jual beli tanah milik sejumlah masyarakat. Tanah seluas sekitar17.114meterpersegi itu, dibeli oleh PT SDS, dengan nilai sekitar Rp 250.000 sampai Rp 300.000, dengan total sekitar Rp lima koma nol empat lima miliar.

Pembayaran jual beli tanah dari PT SDS diserahkan ke tersangka melewati transfer ke Bank Jatim. Ternyata, dana itu tidak diserahkan ke korban, sehingga kepala kampung tersebut dilaporkan ke Polres Lamongan.

Lalu, pada 25 Juli 2016, berkas perkara tersangka Imron Rosyadi dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lamongan. Pada empat belas november 2016, Kades Sidokelar tersebut divonis penjara tiga tahun sembilan bulan.

“Dari hasil penyidikan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan Polres Lamongan, kami dari polda menangani dugaan tindak pidana pencucian dana,” kata AKBP Arman Asmara Syarifuddin.

Baca juga :

Lagi Kereta Api Tabrak Mobil Di Moropelang, Lamongan Untung Penumpang Selamat

Pada dua puluh tiga Agustus 2016, Subdit Perbankan Ditreskrimsus menangani kasus TPPU tersangka Imron Rosyadi. Dari hasil penyelidikan, uang jual beli tanah milik warga senilai Rp 5 miliar, digunakan untuk kepentingan personal tersangka.

“Uangnya digunakan tersangka untuk kerjasama bisnis batu bara sekitar Rp empat miliar. Dana wajah pembelian apartemen. Untuk pembelian mobil dan ada juga yang dipinjamkan ke beberapa orang,” terangnya.

Penyidik juga mengamankan barang bukti dana sekitar Rp satu koma tiga miliar. “Uang diamankan dari beberapa orang sampai terkumpul sekitar Rp 1,3 miliar,” katanya.

 

Eks Kepala Desa Di Paciran, Lamongan Korupsi

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here