Militan.co.id – Siapa Fridtjof Nansen, Orang Gila Dengan tekat Baja Sebrangi Kutub Utara, Tahun 1887 lalu ada seorang bernama Fridtjof Nansen, dengan ide gilanya dia ingin menyeberangi es di Kutub Utara atau Di Greenland. Rencana ini dianggap sebagian orang sebagai rencana yang gila.

GIlanya lagi dia akan melewati jalur timur menuju barat dimana di area tersebut dikenal dengan area yang tidak berpenghuni. Kapal dan manusia hilang dicengkeramnya. Gunung es besar melayang-layang, gletser yang menggantung dan bisa patah kapan pun.

Linn Ryne menuliskan di www.mnc.net, perjalanan Fridtjof Nansen ini mengalami kendala finansial. Fridtjof Nansen memang mengantongi rekomensasi universitas, tapi majelis nasional yang mau mengucurkan uang untuk perjalanan yang berbahaya seperti itu. Beruntung, ia mendapat uang dari pedagang Kopenhagen.

Fridtjof Nansen merencanakan dengan detil perjalanan ini. Setiap gerakan dihitung hati-hati. Ia tahu pasti keberhasilan ekspedisi ini bergantung pada ketekunannya memperhatikan detil terkecil.

Siapa Fridtjof Nansen
Eskimo Life

Ekspedisi ini diikuti enam orang. Pada 17 Juli 1888 mereka meninggalkan kapal. Dalam waktu 2-3 jam mereka berpindah ke kapal terbuka. Setelah 12 hari, tak sampai 29 Juli 1888, mereka menginjakkan kaki di darat. Mereka berada hanya 300 mil ke selatan dari tujuan awal mereka.

Rombongan pimpinan Fridtjof Nansen ini menghadapi angin besar. Saat es mengambang di sekitar mereka, mereka harus menyeret kapal ke atas kepala mereka hingga tiba ke perairan terbuka.

Perjalanan menyusuri rute selatan berlangsung hingga akhir September. Setelah semua upaya yang bisa dikerahkan di suhu minus 50 derajat dikerahkan, sampailah mereka di pantai barat.

Fridtjof Nansen di usianya yang masih 27 tahun berhasil memimpin timnya tanpa kecelakaan. Mereka sampai ke tempat di mana tak seorang pun pernah meginjaknya. Tim juga mencatat kondisi meteorologi dan fakta ilmiah penting di sana.

Mereka harus tinggal di kutub utara selama musim dingin karena harus menunggu kapal. Saat itu dimanfaatkan untuk menumpulkan materi buku yang kelak diberi judul “Eskimo Life” (1891).

Mei 1889, Fridtjof Nansen dan timnya berhasil kembali ke Norwegia. Ia disambut seperti pahlawan.

 

Siapa Fridtjof Nansen

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here