sesaji gunung kelud
Larung sesaji di Gunung Kelud

Militan.co.id – Semangat Warga Ngancar Kediri Ikuti Larung Sesaji Gunung Kelud, Sebuah ritual larung sesaji yang dilakukan warga Lereng Gunung Kelud nampaknya masih mendapatkan antusiasme yang tinggi dari warga setempat. Acara ini merupakan bentuk syukur terhadap berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa dengan tanah subur. Masyarakat Setempat mengarak tumpeng dan berbagai hasil bumi untuk diperebutkan.

Dalam ritual larung sesaji ini, masyarakat Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, mengarak berbagai hasil bumi. Di antaranya sayur sayuran, buah buahan, tumpeng sesaji serta seorang remaja putri yang ditokohkan sebagai Dewi menuju ke puncak Gunung Kelud.

Setelah diarak sampai di puncak, kurang lebih satu kilometer dari kawah sesepuh desa kemudian memanjatkan doa-doa. Tradisi ini digelar setiap tahun di bulan suro sebagai bentuk rasa syukur terhadap tuhan yang sudah memberian berkah berupa tanah subur di sekitar Gunung Kelud.

Ritual ini mampu menyedot perhatian dari ribuan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Salah satunya Ida Ayu Gede Sesrani dari pulau Bali.

“Ritual larung sesaji di Gunung Kelud adalah budaya yang harus tetap dilestarikan,” kata Ida Ayu Sesrani.

Warga Ngancar Kediri Ikuti Larung Sesaji Gunung Kelud

Baca juga :  Pendapatan Pengimis Di Kediri Ini, Bikin Tercengang

Acara tradisional ini erat kaitannya dengan Legenda Lembusuro, tokoh sakti penguasa Gunung Kelud. Dalam legenda dikisahkan Lembusuro gagal mempersunting putri dari kerajaan kediri Dewi Kilisuci yang akhirnya mengeluarkan kutukan akan menghancurkan Kediri dengan letusan Gunung Kelud.

“Ritual ini juga dimaksudkan sebagai tolak bala yang dari kutukan Lembusuro yang diyakini bersemayam di kawah Gunung Kelud,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Adi Suwignyo.

Dalam pelaksanaannya, larung sesaji kali ini berbeda dari sebelumnya karena dilaksanakan di tengah jalan sementara tahun-tahun sebelumnya di danau kawah. Pasca Gunung Kelud erupsi 13 Februari 2014 lalu danau kawah Gunung Kelud berada di cekungan yang kondisinya membahayakan untuk dilewati. Hingga akhirnya aneka hasil bumi tumpeng dan sesaji yang sudah didoakan diperebutkan dan dinikmati bersama.

Baca juga : 

Anak Durhaka Dari Ngablak Kediri Tega Polisikan Sang Ibu, Begini Kisahnya

 

Warga Ngancar Kediri Ikuti Larung Sesaji Gunung Kelud

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here