Militan.co.id – Opini Seorang Warga Tuban Tentang Patung Kongco Di Klenteng Tuban, Tuban. Kota dimana kita bisa melihat racing becak peziarah,perempatan yang banyak penjual toak. Begitu indah,panas cuacanya,serta damai suasana.
Tapi minggu ini Tuban begitu viral hanya karena Patung.
Patung Dewa Kongco berdiri dengan gagahnya. Menjulang 30meter keatas dan memakan dana 2milyar lebih.

Patung yang tidak akan mengubah ikon tuban dengan patung kudanya yang ada di alun alun dan patung yang tidak akan mengubah istilah ronggolawe menjadi jet li atau ip man hahah.
Mungkin saya dan masyarakat tuban lainya tidak masalah dengan adanya patung ini.

Baca juga : Legenda Patung Kongco Di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Bahkan kami menerima dan jadi tempat baru buat wisata di tuban. Bagaimana kami menolak sedangkan patung ini punya predikat patung tertinggi di asia tenggara itu jadi kebanggaan kami senidiri.
Tak jarang juga orang dari luar kota tuban datang ke sini buat beribadah bahkan tak jarang juga warga malaysia dan singapura datang kesini.

Tak sedikit juga Para Nelayan Tuban yang malah terbantu dengan adanya patung ini saat mereka melaut seperti di artikel berikut ini.

bukankah itu sangat mengutungkan penjual bakso yang ada di depan klenteng.bisa dikatakan meningaktkan ekonomi warga yang berjualan di area klenteng. Itu warga tuban lo yang jualan.
Terus kenapa patung ini dan tuban jadi begitu viral?
Apa yang membuatnya viral?
Mungkin masalah perijinan (tau sendiri birokrasi negara ini kayak apa).

Tapi kalau yang dibawa itu agama dan ras saya rasa pemikiran ini terlalu premitif.
Patung ini berdiri di lingkungan klenteng kwan sing bio,bukan di alun alun tuban atau di tempat umum.
Apakah salah sebuah rumah ibadah mendirikan sebuah simbol keagamaan dilingkungan mereka sendiri.

Yang perlu di tegaskan ini merupakan patung dewa bukan Panglima perang cina dan tidak ada hubunganya dengan suatu negara.
Apa dengan adanya patung ini mengganggu ke imanan warga tuban?

TIDAK!!!
Kita yang bukan jamaah klenteng datang hanya untuk jalan jalan melihat kemegahan klenteng dan pastinya ingin foto dekat patung terkenal ini ( klenteng memang terbuka untuk umum, gak jarang juga aku dulu bolos sekolah kesini heheh)
Kami datang bukan untuk sembahyang atau beribadah karena masyarakat tuban imanya kuat.

patung kongco klenteng tubanKalau anda bilang patung ini mengganggu iman, coba bayangkan jika anda jadi non muslim dan tiap hari dengar suara adzan,qomat,qiroah dan nyanyian gus dur?
Bukankah itu lebih menganggu pendengaran anda diwaktu senggang atau istirahat anda.
Bagaimana jika mereka menolak dan memprotes semua masjid tidak boleh pakai pengeras suara?

Mari kita berpikir secara luas,kita hidup dengan berbagai macam agama.
Yang lucu lagi patung ini di bandingkan dengan patung jendral sudirman yang ada dijakarta. Perbandingan yang tidak masuk akal saat patung dewa dan pahlawan nasional dibandingkan secara Meter.

Di indonesia sendiri ada banyak patung patung dewa,budha,yesus dan patung patung itu tidak ada yang seukuran minion.
Kenapa patung di Tuban yang di demo atas dasar apa?
Hal ini memnunculkan beberapa spekulasi,
Kenapa iman hanya sebesar patung?

Baca juga : Patung Kongco Tuban, tertinggi di Asia Tenggara

kenapa anda mengusik toleransi warga tuban?
Anda yang demo di kota anda,
Sedangkan kami warga tuban tak peduli tentang viral yang anda sebar.
Kami masih jualan bakso,kopi kami masih hitam dan pahit kalau tidak dikasih gula,
Sungguh kami masih aktivitas seperti biasa.

Kalau memang patung itu panglima perang cina saya juga akan sangat tidak setuju dan protes,karena kenapa pahlawan asing yang dibikinkan patung semegah itu.
Sekali lagi itu bukan patung panglima perang tapi dewa kongco.

Penulis : Djibriel Dwi
seorang warga asli Tuban yang berpikiran Terbuka,

 

Opini Seorang Warga Tuban Tentang Patung Kongco

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here