Militan.co.id – Pengertian Ban Basah Dan Kering di MotoGP 2017, Kecepatan menentukan pemilihan ban dan masuk ke dalam pit stop oleh Marc Marquez pada MotoGP Ceko 2017 kemarin Minggu, membuatnya sukses memenangi seri tersebut. Dia Masuk pit lebih cepat dari pada pada kompetitor utama waktu race di Sirkuit Brno.

Balapan seri ke-10 MotoGP 2017 ini berlangsung flag to flag, setelah cuaca berubah drastis. Sebelum balapan dimulai, berstatus wet race, meskipun cuaca cerah, dan pembalap diwajibkan memakai ban basah. Namun, ketika balapan berlangsung, kondisi trek mulai kering, dan pembalap harus mengganti ban kering.

Strategi pembalap asal Spanyol ini cukup gemilang, karena merasa kecepatan motornya berkurang, Marquez masuk pit di akhir lap kedua, sementara satu lap kemudian baru Lorenzo, Vinales, dan beberapa pembalap lain baru masuk pit. Sementara Valentino Rossi dan Dovizioso, baru ganti motor dengan ban kering di akhir lap kelima.

baca juga : Rossi Salahkan krunya Di MotoGP Ceko 2017

Melihat hal tersebut, strategi penggunaan ban di balap motor memang sangat berpengaruh. Untuk ajang MotoGP, terdapat tiga jenis ban, yaitu ban kering atau slick, ban basah atau rain, dan ban intermediate.

Dilansir dari berbagai sumber, untuk ban slick atau kering, sesuai namanya diperuntukan jika trek dalam kondisi kering. ban tersebut memiliki permukaan yang halus (botak), agar traksi ban lebih maksimal.

Dengan menggunakan ban ini, kecepatan maksimal akan bisa dicapai, dan ban ini bekerja optimal dengan suhu sekitar 100 derajat Celcius.

Sementara untuk ban rain atau hujan, digunakan jika trek basah atau saat hujan berlangsung. Ban ini memiliki alur untuk memecah air agar pembalap tidak mengalami aquaplaning dan tergelincir.

Sementara untuk ban intermediate, mirip dengan ban kering atau slick, tapi menggunakan alur. Ban ini biasanya digunakan saat lintasan basah, tapi tidak hujan.

Lalu, bagaimana pembalap menggunakan ban kering lalu turun hujan?

Baca juga : Klasemen sementara MotoGP 2017

Biasanya, pembalap akan mengganti motor dengan menggunakan ban basah, karena jika tidak pasti mudah tergelincir. Begitu juga sebaliknya, ketika pembalap menggunakan ban basah dan kondisi trek sudah mulai kering, maka pembalap harus mengganti dengan ban slick, agar ban tidak cepat habis, karena ban basah memiliki komposisi yang lebih lunak.

Mengenai hal tersebut, maka muncul istilah balapan flag to flag. Artinya, pembalap bisa mengganti motor dengan ban yang berbeda sesuai dengan strategi masing-masing. *

 

Pengertian Ban Basah Dan Kering di MotoGP

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here