Militan.co.id – LSM nasionalis dan agamis seluruh Jawa Timur Tuntut Bongkar Patung Di Klenteng Kwan Sing Bio, Lebih dari 53 elemen Ormas serta LSM Nasionalis Dan agamis yang ada di seluruh Indonesia melakukan sebuah unjuk rasa untuk merobohkan patung Dewa Perang Kongco di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.

aksi yang katanya dihadiri ribuan massa itu digelar dalam bentuk orasi, teaterikal, dan audiensi bertema “Boemi Poetra Menggugat”. Berlangsung mulai sekitar pukul 11.00 WIB di depan Kantor DPRD Tingkat I Provinsi Jatim, Surabaya.

Patung Dewa Perang China itu didirikan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pendirian Patung Dewa Perang China ini menuai kecaman dari banyak pihak. Kecaman itu merebak luas di berbagai media termasuk media sosial.

Baca juga : Nelayan Kecewa dengan penutupan Patung Kongco, kenapa ?

Tuntutan perobohan patung itu didasari banyak alasan, antara lain, menurut massa aksi, karena patung raksasa setinggi 30 meter itu dinilai bukan bagian dari ritual pemujaan suatu agama yang diakui di Indonesia.

Legenda Kongco Patung Tertinggi di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban jawa timurJuga karena patung itu dinilai bukan bagian dari sejarah bangsa Indonesia, serta tidak mencerminkan kebudayaan bangsa Indonesia sesuai dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, pun tidak mencerminkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia.

“(Pendirian patung) tidak mengindahkan rasa kearifan terhadap budaya lokal dan bumi putra Nusantara,” demikian bunyi alasan lain.

Masih menurut massa, pendirian Patung Dewa Perang China itu tidak ada nilai-nilai pendidikan dan sejarahnya bagi putra-putri penerus bangsa Indonesia.

“Karakter dan ukuran patung mengindikasikan penguasaan, penindasan, dan penjajahan terhadap bangsa Indonesia,” sebutnya.

Baca juga : Proses penutupan patung Kongco dengan kain putih

Patung Dewa Perang China itu juga dinilai sebagai lambang keangkuhan bangsa asing di Bumi Pertiwi Indonesia.

Bahkan, pendirian patung yang lebih besar dan tinggi daripada tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia Jenderal Soedirman itu, dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap tokoh-tokoh perjuangan pendiri bangsa Indonesia.

“(Pendirian patung Dewa Perang China) sebagai bentuk pengkhianatan jati diri sebagai warga Nnegara Indonesia,” demikian alasan lainnya.

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here