Dewasa ini ISIS semakin ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Bendera hitam bertuliskan lafad “LAA ILAHAILLALLAH” serta pakaian hitam-hitam yang mereka kenakan menjadi  identitas mereka.

Lalu siapa ISIS?

ISIS singkatan dari negara islam Irak dan Suriah juga dikenal dengan sebagai negara islam Irak dan Levant ( Islamic state of Iraq and the Levant/ISIL ). Kelompok ini dipimpin oleh seorang ulama Irak bernama Abu Bakar al-Baghdadi. Hanya sedikit yang mengetahui tentang dia, tetapi dia diyakini lahir di Samarra. Baghdadi dikenal sebagai komandan perang dan ahli taktik, analisis mengatakan hal itu yang membuat ISIS menjadi menarik bagi para jihadis muda dibanding al-Qaeda yang dipimpin oleh Ayiman al-Zawahiri, seorang teolog islam.

ISIS menjadi kelompok radikal yang paling disorot dalam aksi-aksi teror yang terjadi di dunia saat ini. Hal ini tidak lepas dari pengakuan mereka sendiri yang menyatakan terlibat. Sebenarnya aksi terorisme dipilih menjadi suatu model oleh orang, kelompok atau organisasi tertentu untuk memaksakan tujuannya. Selain itu, teror merupakan implikasi atas pemahaman suatu doktrin atau ajaran kekuasaan sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai cita-cita, terutama dianut kelompok-kelompok garis kelas atau radikal dengan latar belakang sentimen teologis atau polits yang membuat perbedaan ekstrim dengan kelompok lain.

Baca juga : Rumah Kecil Solokuro ini Jadi Markas Mantan ISIS

Paham seperti itulah yang dianut oleh kelompok ISIS. Tujuan mereka sendiri adalah membangun khilafah di dunia, cara yang dilakukan ISIS untuk mewujudkan keinginan membangun khilafah di dunia tersebut adalah dengan melakukan aksi teror.tentu saja cara yang dilakukan oleh kelompok radikal ini mendapatkan perlawanan dari banyak pihak. Pasukan multinasional yang dipimpin oleh Amerika melakukan gempuran terhadap ISIS di Irak dan Suriah.

Aksi ISIS Di Indonesia
/

ISIS melakukan perlawanan, tidak hanya di Irak dan Suriah tapi penetrasi langsung di negara-negara yang melawan seperti Inggris dan Prancis. Perlawanan ISIS dilakukan dengan aksi-aksi teror sporadus tapi mematikan.Indonesia akhir-akhir ini juga menjadi daerah sasaran aksi teror dari kekompok yang berafiliasi dengan  ISIS. Aksi bom Thamrin dan kampung Melayu adalah aksi teror yang diakui oleh ISIS. Aksi lain yang dilakukannya seperti terjadi pada penyerangan polisi di Tangerang, Gereja Katholik Medan, dan Samarinda. Kelompok lain yang berafiliasi dengan isis(JAD) juga melakukan hal  sama  dengan meneror kepada polisi di Jawa Timur dan bom Cicendo.

ISIS dikategorikan sebagai salah satu ancaman bagi Indonesia fakta menunjukan bahwa terdapat simpatisan ISIS di Suriah yang berasal dari Indonesia termasuk Bahrun Na’im, yang selama ini diduga menjadi aktor intelektual aksi teror di Thamrin dan kampung Melayu. Selain itu di Indonesia terdapat beberapa kelompok radikal yang menjadi pendukung ISIS. Faktor pendukung ancaman ISIS bagi indonesia adalah adanya narapidana dan mantan narapidana kasus terorisme yang berpotensi melakukan aksi teror kembali sebagai bentuk dukungan terhadap ISIS.

Informasi  dari BNPT (Badan Nasional Penangguangan Terorisme) menyatakan bahwa saat ini terdapat 250 napi terorisme yang tersebar di 77 lapas dan 1 rutan. Mantan napi terorisme 600 orang, namun yang diketaui keberadaannya baru 184 orang, 416 mantan napi tidak diketaui keberadaannya. Hal tersebut menjadikan Indonesia harus siap siaga dalam menanggapi ISIS. Indonesia beruntung memiliki POLRI, BIN, TNI,dan BNPT  yang menompang keamanan dan ketahanan negara , namun tidak hanya mereka yang bertanggung jawab atas keamanan juga mempertahankan negara tetapi seluruh warga juga bertanggung jawab atas itu semua.

Status ISIS dalam pandangan syariat adalah kelompok gerakan islam yang dianggap bertentangan dengan ajaran islam ahlussunnah wal jama’ah. Sikap mereka yang mengkafirkan orang lain yang tidak sekelompok dengan ISIS walaupun mereka adalah muslim yang benar merupakan hal yang tidak dibenarkan dalam agama islam padahal sesama orang muslim harus saling menghargai  dan menghormati. Kemudian ISIS juga menghalalkan darah orang muslim dan berlebih-lebihan seperti dalam menghukum, contohnya memenggal kepala lalu memamerkan kepela-kepala tersebut, menyalib, membakar, dan lain-lain yang dilarang dalam manhaj islam yang lurus, dalam Al-quran jelas  diterangkankan “ barangsiapa yang membunuh seorang manusia atau bukan karena orang itu(membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.

Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang  manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam membuat kerusakan dimuka bumi”.(QS. Al-maidah: 32).  Ulama dunia dan tokoh jihadis internasional juga berkomentar tentang ISIS.

Ustadz Abu Muhammad Jibril (petinggi majlis mujahidin Indonesia) berkata, “ ISIS itu KHAWARIJ”. Khawarij adalah salah satu golongan dari tubuh umat islam yang mengkafirkan pelaku dosa besar  dan keluar dari pemerintahan yang sah.

Ustadz Ja’far Umar Thalib (mantan panglima laskar jihad) berkata, “ISIS itu sesat dan menyesatkan dan tidak ada seorang ulama pun yang bersama mereka”. Dari pemaparan diatas sudah sepatutnya sebagai warga negara yang baik seorang muslim atau non muslim harus senantiasa berhati-hati dan mengukuhkan keimanannya agar tidak gampang terpengaruh oleh kelompok-kelompok yang dapat memecah belah serta mengancam ketahanan dan keamanan negara.

Penulis : siti Fatima

mahasisiwi ikip pgri bjonegoro

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here