SHARE

militan.co.id – Pengrajin Genteng Karanggeneng Terus Genjot Produksi Meski Pesanan Semakin Menurun, Musim kemarau bagi petani mungkin adalah musim yang kurang baik karena pasokan air bakal berkurang, namun tidak bagi para pengrajin genteng yang ada di Lamongan. Karena hal ini adalah berkah. Namun karena perkembangan zaman masyarakat banyak memilih menggunakan genteng cor dan bata ringan. Hal ini menyebabkan para pengrajin genteng ini harus berjuang memasarkan produknya.

Pengrajin genteng dan batu bata yang masih mengandalkan musim dan tanah liat dengan pembakaran tradisional ini berada di Dusun Klagen, Desa Kawisto Legi dan Desa Jagran, Kecamatan Karanggeneng. Hujan deras yang sesekali masih datang, tak menyurutkan niat mereka memproduksi genteng dan batu bata. Bahkan, mereka semakin memperbanyak produksi mereka agar bisa menjual lebih.

Pasang IklanPoker Indonesia Terpercaya

Salah seorang pengrajin genteng dan batu bata asal Dusun Klagen, Miftahul mengaku, untuk bisa membuat genteng dan batu bata dengan kualitas bagus, membutuhkan waktu 3 bulan. Mulai dari proses awal hingga genteng dan batu bata tersebut siap dipasarkan.

Miftahul mengaku, proses pembuatan genteng dimulai dari pencetakan, penjemuran hingga pembakaran memakan waktu hampir 3 bulan. “Beberapa waktu terakhir ini cuaca cukup panas, walau beberapa saat terdapat turunnya hujan tapi tidak mempengaruhi produksi genting,” katanya kepada wartawan, Kamis (18/5/2017). Pengrajin Genteng Karanggeneng

Pengrajin Genteng KaranggenengDia mengatakan, proses panjang selama hampir 3 bulan itu mereka bisa memproduksi 15-17 ribu genteng dan batu bata siap jual. Produksi genteng ini, menurut Miftahul, naik jika dibandingkan dengan produksi genteng tahun-tahun lalu.

“Kami mengerjakan ini secara bersama dengan seluruh anggota keluarga, tanpa pekerja lain,” katanya.

Untuk memasarkan genteng produksi ini, jelas dia, mereka mengandalkan pemasaran secara tradisional. Mereka secara mandiri memasarkan ke beberapa toko bangunan atau beberapa proyek pembangunan rumah langsung. Selain itu, biasanya ada juga pembeli yang datang langsung ke tempatnya. “Satu genteng yang jenisnya Mantili kami hargai Rp 1.600 perbiji,” jelasnya.

Namun, tingginya jumlah produksi genteng ini tidak berbanding lurus dengan pendapatan yang diraih. Pasalnya, banyak masyarakat yang beralih ke genteng lain yang lebih modern. Masyarakat, kata Miftahul, banyak yang beralih ke genteng cor atau bata ringan yang harganya juga lebih murah. “Banyak yang beralih ke genteng cor atau bata ringan,” tegasnya. Pengrajin Genteng Karanggeneng

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here