SHARE
READ THIS!

 

militan.co.id – Scene deathmetal Bandung mulai berkembang pesat sejak tahun 2007. Di tahun ini saya melihat banyak anak-anak muda bandung yang mulai teracuni musik Deathmetal. Pernyataan ini saya simpulkan dari pengamatan saya terhadap salah satu acara yg paling ditunggu-tunggu oleh scene deathmetal Bandung yaitu Bandung Deathfest 2 yg digelar pada tanggal 5 Agustus 2007. Acara yg sukses digelar di Gedung Teater Tertutup Dago Teahouse ini mulai banyak didatangi oleh remaja atau anak sekolahan yg berusia dibawah 18tahun. Yeah, teenager come to the moshpit!

Sebenarnya musik deathmetal ini sudah mewarnai kota Bandung sejak awal 1990an. Entah kenapa pada tahun 2007 banyak bermunculan anak-anak muda yg mulai menggandrungi scene musik ini. Mulai dari cara mereka bernampilan dengan memakai merchandise band, datang ke gigs-gigs yg menampilkan band deathmetal, saling mencopy lagu band-band deathmetal dengan teman-temannya, sampai akhirnya iseng-iseng mulai membentuk band beraliran deathmetal dengan teman-teman sekolah atau teman nongkrongnya, sampai merekam lagu band mereka di studio-studio recording, lalu mulai mempromokan band lewat dunia maya (Myspace, Facebook, Forum Indonesia Deathmetal, dll).

Perkembangan majunya scene deathmetal sangat tergambar dengan signifikan pada tahun 2008 dengan munculnya banyak band-band muda ke permukaan. Menurut pengamatan saya, perkembangan band-band deathmetal muda ini ditandai oleh band Brutal Deathmetal asal kota Bandung yg terbentuk pada tahun 2003 dan baru memperlihatkan taringnya kembali lewat peluncuran album perdana mereka yg berjudul Ressurection of Murder pada tahun 2008. “Band baru dengan muka lama..” begitulah penuturan singkat yg diucapkan Ari Bejo tentang band ini. Yap, siapa lagi kalau bukan BLEEDING CORPSE! Ari Bejo dan kawan-kawan sukses memainkan musik Brutal Deathmetal seperti DISGORGE & DISAVOWED. Tempo lagu yg dimainkan cenderung cepat dan keseluruhan sound pada album Ressurection of Murder dikemas modern. Alhasil, BLEEDING CORPSE menjadi dasar panutan banyak anak-anak muda pada saat itu, sebagian besar band-band muda ikut mengusung aliran Brutal Deathmetal yg sama, brutal dengan tempo yang cepat!

Puncak perkembangan scene deathmetal lebih terlihat pada gelaran acara Bandung Deathfest 3 pada tanggal 9 Agustus 2008 yang berlokasi di Lapangan Yonzipur, Ujungberung-Bandung. Sedikit berbeda dengan pagelaran acara tahun sebelumnya, pada tahun ini komunitas Bandung Deathmetal Sindikat lebih mempertampilkan band-band deathmetal muda seperti OPIUM, MANNEQUIN (yang sekarang bernama PLASMOPTYSIS), INTERMENT PAGANISM, UNDERGOD, DEPRAVITY(sekarang bernama DEPRAVITY SAVAGE), DAZECORTICA, EDEN COLLAPSE, AUTICED selain beberapa band yg sudah tidak asing lagi seperti JASAD, DISINFECTED, FORGOTTEN, CRANIAL, EMBALMED, NAKED TRUTH,BLEEDING CORPSE, band luar kota Bandung BRAIN ASS & KILLHARMONIC. Ya, sebagian besar band-band tampil dengan wajah-wajah muda dan masih sangat segar. Band-band baru yg tampil pada Bandung Deathfest 3 hanya gambaran kecil dari sekian banyak band-band baru yg muncul pada tahun itu, katakanlah BLOODGUSH, FINGER IN THE THROAT (sekarang bernama DERRANGED PERVESSION), INVADER, DESPAIR, ESOPHAGUS dan puluhan band muda lain yg saya tidak bisa sebutkan namanya satu persatu.

Hukum rimba berbunyi, yang kuat yang bertahan! Ini adalah salah satu Istilah yang menurut saya mewakilkan pergerakan band-band muda ini. Hanya sebagian band-band muda yang dapat mempertahankan eksistensinya di belantika musik deathmetal. Dan beberapa band diantaranya seperti OPIUM, AUTICED & PLASMOPTYSIS telah sukses bertahan hingga meluncurkan debut album pertamanya dengan karakter-karakter musik yang patut di acungi jempol. Beberapa band muda yg kurang beruntung gugur di tengah perjuangan mereka atau dapat dikatakan menghilang dari permukaan dan silih berganti dengan bermunculan band-band muda lainnya yang terus bertambah banyak hingga saat ini, ya saat dimana anda mungkin mulai membentuk band deathmetal baru.

Anda mungkin sering menemukan banyak sekali band dengan personil yang usianya masih muda tampil di gigs yang anda tonton. Tidak sedikit band muda yang mempunyai potensi dan kualitas yg baik. Beberapa pengamat musik deathmetal menyebutkan ini adalah suatu bentuk regenerasi jaman, dimana para deathmetal muda ini kelak akan menggantikan eksistensi dari pemain-pemain deathmetal lama. Yang jelas, mudah-mudahan pergerakan band-band muda ini terus melahirkan band-band muda yg berbakat, berkarakter dan berkualitas dengan inovasi-inovasi musik yang baru. Dan selalu diberi kesempatan untuk eksis di scene musik underground dan yang paling penting tidak dipandang sebelah mata. In death we trust, in brutality we blast!

 

Bandung akar pergerakan scene Death Metal Indonesia

 

sumber : xtreme-zine

Loading...