militan.co.id – Profil Dan Biografi Ferdinand Monoyer Yang Jadi Google Doodle Hari Ini 9 Mei, Dia lahir di Prancis 1836 silam memiliki nama lengkap Ferdinand Monoyer. Dia adalah spesialis Oftalmologis ternama di jamannya. Profesi Oftalmonologis adalah profesi yang menangani diagnosis , pencegahan dan kerusakan pada mata manusia. Ferdinand Monoyer adalah pengembang diopter, alat yang digunakan untuk mengukur daya penglihatan. Alat yang diciptakannya itu masih digunakan sampai saat ini.

Guna memperingati hari ulang tahunnya yang ke-181, peramban Google memasang google doodle berupa sepasang mata yang menggantikan dua huruf ’o’ dalam kata ”Google”. Jika Anda klik google doodle tersebut, di bagain kanannya akan muncul animasi bagan berisi beberapa baris huruf berbagai ukuran yang digunakan untuk mengukur ketajaman daya penglihatan mata Anda.

Bagan itu biasanya disebut bagan Monoyer. Kita dapat menjumpainya di rumah sakit, puskesmas, atau toko alat optik.

Perhatikanlah lebih saksama dua kolom paling ujung di kanan dan kiri bagan tersebut . Dengan mengabaikan baris paling bawah (ZU), bacalah secara terbalik rangkaian huruf itu dari bawah ke atas. Anda akan menemukan sederet huruf yang membentuk nama ”Ferdinand Monoyer”.

Diopter berfungsi mengukur jarak mata sebenarnya yang Anda butuhkan untuk membaca teks. Ada hal yang menjadi ciri khas dari bagan tersebut. Ferdinand Monoyer merancang bagan itu dengan setiap baris huruf dari yang terkecil sampai yang terbesar. Tujuannya adalah mengukur kemampuan mata mengidentifikasi huruf. Profil Dan Biografi Ferdinand Monoyer

Ferdinand Monoyer juga mengubah tipografi atau jenis huruf yang menurutnya kurang cocok untuk menguji ketajaman mata. Jika Anda ingin menilai ketajaman mata seseroang menggunakan bagan Monoyer, dia harus sanggup mengidentifikasi sebanyak mungkin huruf yang ada di bagan itu.

Semakin banyak dan semakin kecil huruf yang bisa diidentifikasinya, artinya semakin baik penglihatannya. Sebaliknya, semakin sedikit dan semakin besar huruf yang bisa dibaca, semakin buruk daya penglihatannya.

Uniknya, tidak semua orang di dunia bisa melihat google doodle Ferdinand Monoyer ini. Peramban Google hanya membagikannya di sejumlah negara seperti Kanada, Meksiko, Indonesia, Peru, Australia, Selandia Baru, Argentina, Cile, India, Inggris, Swedia, Polandia, Yunani, dan tentu saja Prancis sebagai negara asalnya. Profil Dan Biografi Ferdinand Monoyer

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here