militan.co.id – Cerita Polisi Yang Mengevakuasi Kecelakaan Maut Ciloto, Bus Kitras yang mengalami kecelakaan di Jalan raya puncak, Desa Ciloto, Cianjur. itu mengalami proses evakuasi yang cukup cepat. padahal bus tersebut berpenumpang kurang lebih 50 orang.

“Saat kejadian saya sedang berada di Pos Gatur pintu masuk perbatasan Kabupaten Bogor dan Cianjur. Saat itu situasi sedang penutupan arus kendaraan dari arah Cianjur menuju Bogor, kendaraan dari Cianjur sudah mengular sampai pos paling dekat dengan lokasi perbatasan,” kata anggota Polantas Polres Cianjur, Aiptu Diyanto kepada detikcom di Pos Penjagaan 2 Cepu sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (1/5/2017).

Saat itu waktu menunjukkan pukul 10.23 WIB, atau 7 menit menjelang terjadinya kecelakaan. Bus Kitrans bernomor polisi B 7058 BGA melesat dari arah puncak, saat itu kondektur bus berteriak melalui kaca samping sebelah kiri memberitahukan jika bus mengalami rem blong.

“Melalui radio komunikasi, Bripka Igor yang posisinya ngepam paling atas sudah memberitahukan ada bus oleng mengarah ke Cianjur. Begitu bus melintas saya langsung berkomunikasi dengan rekan-rekan di bawah, saya bergegas pakai motor patwal menyalip bus itu,” lanjut Aiptu Diyanto. Mengevakuasi Kecelakaan Maut Ciloto

Mengevakuasi Kecelakaan Maut CilotoSementara itu, beberapa menit sebelum terjadi benturan Aipda Budiman juga mendapat kabar akan adanya bus yang akan melintas di tikungan maut ciloto. Ia sempat berusaha memberi tanda kepada supir agar bus membantingkan setirnya ke kiri jalan di mana terdapat perbukitan yang dilapis beton.

“Saya liat Pak Diyanto sudah memberi tanda agar kendaraan di depan bus Kitrans untuk mempercepat laju kendaraannya atau mengarah ke posisi aman posisi depan akhirnya bisa dikosongkan. Pas saya lihat situasi antrian kendaraan yang mengarah ke Puncak Bogor saya langsung sadar, pasti bus mengarah ke antrian,” tutur Budiman.

Budiman menduga, supir bus tidak melihat aba-aba yang ditunjukkan. Selang beberapa detik, peristiwa kecelakaan maut itupun terjadi. Melaju kencang bus menabrak beberapa mobil dan motor yang sedang terparkir.

“Jika saja aba-aba saya dilihat mungkin jumlah korban bisa diminimalisir, namun proses sterilisasi yang sempat kami lakukan sedikitnya mengurangi jumlah kendaraan yang terbentur bus,” lanjut Budiman.

Teriakan dan takbir pun pecah menjadi satu, seketika suasana yang awalnya sunyi berubah menjadi keriuhan. “Saya tarik radio hubungi rekan-rekan, saya parkirkan kendaraan lalu turun dan meminta warga untuk memprioritaskan korban yang masih hidup. Karena saat itu ada juga yang tergeletak di pinggir jalan, ada juga yang tergencet badan bus,” sambungnya.

Lima menit kemudian belasan anggota kepolisian dan TNI dari Koramil terdekat berdatangan ke lokasi dan melakukan evakuasi korban. Prioritas adalah korban yang terlihat masih bernyawa.

“Ada korban yang sudah meninggal, saya minta warga untuk membawanya ke lokasi yang aman. Sementara korban selamat kita pinggirkan sambil menunggu kendaraan angkutan,” lanjutnya.

Aksi Budiman di abadikan warga, saat itu Budiman terlihat menggendong seorang korban perempuan. “Tempurung kakinya retak, saya sambil berlari membawanya ke kendaraan angkutan karena dia sudah terlihat kepayahan,” tutupnya.

15 menit kemudian Kapolres Cianjur AKBP Arif Budiman datang menuju lokasi kecelakaan didampingi Kasatlantas AKP Erik Bangun Prakasa dan melakukan peninjauan. Selang 30 menit operasi evakuasi seluruh korban selesai, mereka dilarikan ke RSUD Cimacan yang berjarak 30 menit dari lokasi kecelakaan. Mengevakuasi Kecelakaan Maut Ciloto

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here