militan.co.id – Sejarah singkat Gothic Metal Indonesia, genre Gothic metal adalah sebuah genre metal yang cenderung woles namun tetap kelam, Dikutip dari supermusic.id. Gothic metal mulai dikenal pada era 1990an di Indonesia.

Musik yang biasa disebut “goth” ini lahir di Eropa, pada akhir periode 1970-an. Secara perlahan, pesona goth meresap masuk ke ranah musik lokal, meski tidak diterjemahkan secara gamblang.

Arti “goth” memiliki banyak tafsir, kata “goth” sendiri secara historis berasal dari penggalan nama suku Ostrogoths dan Vosigoths yang mendiami kawasan Eropa. Mereka masih dalam satu rumpun dengan bangsa Germanic. Dua suku goth dipercaya datang dari Skandinavia,mereka melakukan migrasi  – tentu dengan berperang – melawan sejumlah suku Eropa lainnya. Itu secara etimologi, lantas apakah makna “goth” dalam konteks seni? Sejarah singkat Gothic Metal Indonesia

Secara sederhana, penganut “goth” diterjemahkan sebagai pribadi yang mampu menemukan keindahan dalam “kegelapan.” Mereka adalah orang-orang yang mencintai segala yang misterius dan penuh kekelaman, tertarik pada romantisme, kultur, tradisi, supranatural, mereka mengekspresikan ketertarikan itu melalui musik, seni visual, juga fashion. Sayangnya, pengetahuan yang kurang sering membuat awam mengecap penganut goth adalah pemuja setan.

 

Karya seni gothic cenderung terpengaruh dengan mood yang kelam, gloomy, penuh kesedihan, dalam musik hal ini tercermin dari melodi yang mengalun, mengawang, seolah merepresentasikan kelamnya hidup atau bahkan sisi depresi. Pun demikian dari segi lirik, kegelisahan dan kekecewaan santer terdengar, seolah tepat untuk meratapi musim dingin panjang tanpa Matahari.

Kembali soal musik goth di Indonesia, kehadirannya mulai tercium di pertengahan 1990-an. Kala itu, hadir grup musik bernama Getah. Namun, grup ini mengklaim bahwa pengaruh goth paling kental pada mereka adalah soal outlook, tidak merasuk terlalu dalam ke urusan musik.

Sejarah singkat Gothic Metal Indonesia“Getah enggak berusaha bikin lagu goth. Dengan look seperti itu (gaya goth) lebih terlihat dark, tetapi secara musik kami ya rock, tidak ke goth rock. Getah enggak pernah dari awal menyebut band goth,” tegas Oddie, vokalis Getah.

Oddie lantas mengajak SuperMusic.id kembali ke era di mana Getah tumbuh dan berkembang, di medio pertengahan era 1990-an. Kala itu, Oddie belum bergabung dengan Getah, tetapi telah bersahabat kental dengan para personel Getah. Sejarah singkat Gothic Metal Indonesia

“Waktu masuk era 90-an gue ke Amerika, gue dengerin Jane’s Addiction. Awalnya, Getah itu influence-nya alternatif dan Jane’s Addiction, Testament, Red Hot Chili Peppers, Jimi Hendrix, Black Sabbath. Nah, waktu itu anak-anak Getah ke Amerika, gue ajak mereka main ke scene goth. Saat itu di sana (Amerika) gue ada band Sic Minded, main industrial. Gue ajak anak-anak Getah ke beberapa tempat, club-club goth. Dari situ anak-anak Getah, merasa cocok dengan style dan outlook goth. Gue mengenalkan ke meraka juga ke musik Mariyn Manson. Dari situ Getah mengadopsi outlook-nya goth,” jelas Oddie.

Secara kultural dan geografis, Indonesia tentu menjadi lahan gersang bagi sub-kultur goth. Sebagaimana diketahui, goth tumbuh dan menjadi identitas mereka yang hidup di kawasan yang dingin, gelap, dekat dengan nuansa kelam dan suram. Experience seperti itu yang kurang “masuk” bila dibenturkan dengan kultur tropis dan komunal yang subur di Indonesia.

Akademisi Yuka Narendra yang meneliti perkembangan musik populer, termasuk musik metal di Indonesia mengatakan bahwa banyak genre musik dari Eropa dan Amerika yang mengalami pergeseran makna ketika masuk ke Indonesia. Tidak lain dari pemahaman konteks yang berbeda, juga dari experience kultural musisinya sendiri yang tidak bisa terwakilkan oleh keadaan sosial dan alam di Indonesia. Sejarah singkat Gothic Metal Indonesia

“Genre itu di Indonesia tidak jalan, problemnya seperti anak-anak bergelar Ph.D yang pulang dari Amerika, dari Ohio University, Berkeley, atau Harvard, yang langsung masuk kabinet Orde Baru dan membawa konteks modernitas ala Amerika Serikat. Padahal itu konteksnya sangat berbeda dengan kultur di Indonesia. Di Indonesia bagaimana mungkin bicara genre, kalau there’s no such things rigid genre di industri musik di Indonesia,” kata Yuka saat dihubungi SuperMusic.id.

Lebih dalam, Yuka memberi contoh soal perkembangan musik jazz di Indonesia yang turut mengalami pergeseran makna, “Ketika orang bicara konteks genre,  terjadi pergeseran. Jazz di Amerika tahun 50-an jadi simbol pierlawanan kulit hitam, tetapi masuk  ke Indonesia jadi musik prestige. Musik metal di sini pun liriknya punk. Sama juga kita bicara goth, konteksnya akan berbeda.  Di Indonesia pembahasan genre baru sebatas di musik, bukan lebih besar dari itu. Dalam konteks konsumsi music as music. Ketika konteks itu dilepas, mereka memasukkan konteks itu sendiri yang berbeda dari konteks awal.”

Apa yang dikatakan Yuka ada benarnya. Cetra, vokalis band goth rock awal 2000-an mengakui bahwa dirinya pada waktu itu mencerna goth sebatas musik dan fesyen. Tidak lebih. Artinya, pemahaman dan makna goth di Indonesia itu sendiri belum bisa dikupas ke bagian yang lebih dalam.

“Kami cuman senang-senang karena musiknya. Kami tidak seperti band goth luar, bahkan kami anak-anak yang suka bercanda, kalau di panggung saja kelihatannya seram.  Kami enggak relate (dengan ideologi goth), aku lebih ke musiknya,” kata Cetra. Sejarah singkat Gothic Metal Indonesia

 

Pengakuan Cetra semakin menguatkan dalil bahwa musik goth – mungkin juga aliran musik lain – memiliki transformasi baru ketika masuk ke Indonesia yang meninggalkan konteks asalnya.

“Musik goth susah berkembang di Indonesia karena enggak banyak peminatnya, Orang cenderung suka metal atau indie pop atau rock. Mungkin karena musik goth kurang bikin semangat yang tidak sesuai dengan karakter orang-orang di sini,” lanjut Cetra.

Cetra pun akhirnya memilih untuk mengubur Silent Sun. Dia memilih fokus pada keluarga dan mendalami agama.

Dari pengakuan Cetra, dirinya turut dibantu Fransiskus Xaverius Adam Joswara dalam soal musikalitas Silent Sun. Adam sendiri lebih dulu dikenal sebagai personel Kubik, dan kini Koil.

Kepada SuperMusic.id, Adam juga memastikan bahwa goth di musik Indonesia masih terlalu kecil untuk dilihat dari kacamata industri. Lebih menyayangkannya lagi, skena goth seperti hidup segan mati enggan.

“Menurut saya, tidak ada masa keemasan goth di Indonesia. Penggemar musik goth masih terbilang minoritas jika dibandingkan genre yang lain. Saya berbicara genre musik goth secara keseluruhan dan bukan hanya terbatas pada gothic metal saja. Pertimbangannya adalah, jika banyak karya musik goth yang dirilis di luar dari kualitas musik yang diciptakan, maka penikmat akan diberikan banyak kesempatan dan pilihan untuk bisa mengeksplorasi jenis musik tersebut,” papar Adam.

“Intinya adalah kurang konsistennya para pelaku musiknya untuk dapat terus berkarya dan menyebarkan virus-virus goth itu sendiri.”

Melihat ke belakang, rasanya keberadaan musik goth di Indonesia terkesan seperti “mitos.” Band-band yang selama ini dikenal dengan citra goth – seperti Silent Sun, Getah – pun membantah bahwa mereka bergelut dengan paham dan ideologi itu. Adam, lebih lugas menjawab bahwa skena goth sebetulnya belum pernah ada di Indonesia.

“Enggak pernah ada skena goth di Indonesia. Cuma memang banyak penikmat musik di Indonesia yang mengikuti genre musik goth ini baik secara musikal maupun secara visual. Hanya memang pada saat itu yang lebih banyak muncul adalah band gothic yang lebih dekat ke metal dibanding sub-genre musik goth yang lainnya. Antusiasme yang tampak pada saat itu memang tidak cukup konsisten baik dari pelaku musik goth itu sendiri maupun penikmatnya,” tutur Adam.

Seperti yang dipaparkan Yuka di atas, Adam juga berpendapat sama bahwa masuknya kultur Barat, dalam hal ini musik goth, mendapat pergeseran luar biasa dari eskponen yang ada, meski mencoba berpegang pada benang merah yang sama. Sejarah singkat Gothic Metal Indonesia

“Musik goth itu muncul di Eropa di mana keadaan sosial dan alamnya berbeda dengan Indonesia. Tetapi dalam perjalanannya, musik goth yang dimainkan di Indonesia mengalami adjustment dan akhirnya berasimilasi dengan situasi dan budaya lokal di Indonesia. Misalnya, Bvrtan mengadopsi music black metal Eropa dengan sangat brilian, disesuaikan dengan situasi sosial d Indonesia. Sisi kegelapan musik goth di Eropa juga diasimilasi oleh beberapa band lokal di Jawa khususnya, dengang memasukkan unsur-unsur mystic dan sakral pada karya-karyanya.” Sejarah singkat Gothic Metal Indonesia

Mencari jejak goth di skena musik Indonesia bagai mencari air di padang pasir. Kalaupun ada, tentu dengan format yang jauh dari replika goth sebenarnya. Toh memang kita tak perlu mencari Bauhaus atau Siouxsie And The Banshees rasa Indonesia, dan biarkan goth melebur dengan caranya sendiri.

 

 

 

 

Sejarah singkat Gothic Metal Indonesia

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda