militan.co.id | Produksi Jamu Ilegal Sugio Lamongan, Produsen Digrebek Polisi Lamongan, Ratusan botol jamu ilegal diamankan Satreskrim Polres Lamongan dari sebuah pabrik di Desa German, Kecamatan Sugio. Jamu tersebut tidak dilengkapi dengan surat izin edar. Jamu Ilegal Sugio Lamongan

Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantasson mengatakan, pihaknya bersama tim mendatangi rumah yang digunakan sebagai industri jamu tanpa izin edar dan menyita setidaknya 630 botol.

Selain menyita barang bukti jamu, lanjut Yadwivana, polisi juga menangkap dua orang tersangka yakni, KM (71) dan ASH (33). Status keduanya bapak dan anak.

“Mereka berdua ini telah melakukan produksi jamu 2 tahun. Tapi jamunya sendiri baru beredar beberapa bulan lalu,” kata AKP Yadwivana Jumbo Qantasson di Mapolres Lamongan, Jumat (24/3/2017).

Menurut AKP Yadwivana, jamu tradisional ilegal tanpa disertai izin edar ini terdiri dari beragam jenis jamu. Beberap jenis jamu tersebut, kata Yadwivana, adalah jamu tradisional untuk pegal linu, asam urat dan sakit gigi dengan merek Galipat dan Ababil serta jamu merk Asysifa. Jamu Ilegal Sugio Lamongan

“Pembuatannya diragukan. Kita periksa dan ternyata benar. Tidak ada izin dari BPOM jadi tidak menjamin, di label di tulis BPOM tapi kita cek diregister BPOM juga tidak ada,” terangnya.

Lebih jauh, Yadwivana mengungkapkan, bahan-bahan untuk jamu diragukan kebersihandan khasiatnya. Zat yang dipakai, aku Yadwivana menirukan para tersangka, diantaranya adalah sitrun, mentos, caramel, benzoat, minyak permen, cuka dan pemanis dan airnya mereka diambil dari sumur bor.

Yadwivana menambahkan, jamu tradisional ilegal ini hanya dipasarkan di Lamongan dengan harga Rp 2.500.

Menurut Yadwivana, produksi jamu tersebut telah melanggar UU tentang kesehatan dan peraturan pemerintah tentang kesehatan. “Mereka melanggar Undang-Undang Kesehatan Pasal 167, maksimal ancaman 15 tahun,” tegasnya. Jamu Ilegal Sugio Lamongan

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here