Telaga Bandung Lamongan

militan.co.id | Taman Telaga Bandung Lamongan Kerap Digunakan Sebagai Tempat Mesum Lamongan, Taman Kota Telaga Bandung (TKTB) Kecamatan Kota Lamongan menjadi pilihan bagi sebagian besar warga Lamongan untuk menghabiskan waktu bersantai. Tak jarang anak-anak diajak serta. Namun, sayang, minimnya pengelolaan dan pengawasan, lokasi tersebut justru dimanfaatkan segelintir orang untuk berbuat mesum. Telaga Bandung Lamongan

Taman Kota yang terletak persis di samping Masjid Al Azhar tersebut, sekaligus sebuah Taman Kanak-Kanak yakni TK Aisyiyah Bustanul Atfal tersebut, menjadi lokasi favorit bagi sebagian pasangan muda-mudi. Berbagai pepohonan tumbuh rindang di sana membuat pasangan mesum betah.

Pantauan SUARA PANTURA, sempat melihat beberapa pasangan muda-mudi. Ada yang sekadar berjalan-jalan, ada pula yang sudah mengambil tempat duduk berdua. Dan ada pula yang melakukan adegan peluk cium. Hal ini, terang saja memicu reaksi keras dari sejumlah wali murid yang setiap hari disuguhi hal-hal yang tidak senonoh tersebut.

“Bagaimana ini, berada tepat di depan sekolah dan masjid kok melakukan adegan yang tidak pantas di tempat umum,”ungkap Yuliana, salah satu wali murid TK ABA I Lamongan, jum’a (17/03/2017).

Pemandangan semacam ini, lanjut Yuliana, selalu nampak di hadapan anak-anak TK. Kebanyakan mereka masih usia mahasiswa, bahkan tidak jarang masih ada yang memakai seragam SMA dan berada di situ saat jam sekolah. “Banyak yang mesum di Telaga Bandung tersebut, ada yang berpelukan sambil berciuman. Anehnya tidak ada upaya penertiban dari pihak terkait,”imbuhnya. Telaga Bandung Lamongan

Terlebih lagi, sisi sebelah barat, memang menjadi favorit. Setidaknya Yuliana pernah melihat ada tiga pasangan yang duduk, baik di kursi yang terbuat dari batu serta yang memilih santai di turap sungai kecil. Pasangan-pasangan tersebut memang terlihat begitu intim dan dekat. Umurnya diperkirakan 15-20 an tahun. “Rata-rata pasangan muda-mudi dan masih pelajar atau mahasiswa yang datang kesini(Taman Kota Telaga Bandung-red),”tuturnya.

Pada sisi sebalah timur, tidak banyak aktifitas warga serta pasangan muda-mudi. Tempat tersebut lebih cenderung terbuka meski banyak ditumbuhi pepehononan. “Kalau menyediakan tempat seperti ini, mestinya pihak Pemkab harus melakukan pengawasan. Ini sama halnya Pemkab telah menyediakan lokasi untuk bermesum ria meskipun berada di samping Masjid dan berada persis di depan anak-anak sekolah,”pungkas Yuliana.

Sejauh ini seolah tidak ada yang mampu mencegah ulah muda – mudi yang setiap hari, baik pagi, siang hingga sore bebas berpacaran memanfaatkan Taman Kota Telaga Bandung yang dibangun dengan dana miliaran rupiah dan dilengkapi belasan tempat peristirahatan serta tempat duduk dan pohon penghijuan yang mampu menutup pandangan orang lain saat melihat ke dalam lokasi TKTB.

Para muda –mudi yang berpacaran di lokasi itu tak ada lagi rasa malu karena keberadaan mereka lepas dari pantauan petugas.

Tidak adanya karcis masuk juga menarik mereka yang ingin berpacaran memanfaatkan lokasi Telaga Bandung. Apalagi semenjak didukung sejumlah sarana yang anggarannya digelontor dari Provinsi Jatim.

”Pemerintah daerah melalui DPRKP yang seharusnya bertanggungjawab. Jangan sampai menyinggung umat Islam karena bersebelahan dengan masjid dan memicu kemarahan yang berkepanjangan,”Ujar Imam Supardi, tokoh masyarakat setempat. Telaga Bandung Lamongan

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here