Kepala UPT Dinas Pendidikan

militan.co.id | Antisipasi Penyelewengan Dana BOS, Kejari Periksa Kepala UPT Dinas Pendidikan Lamongan, Adanya kasak-kusuk di kalangan lembaga pendidikan maupun masyarakat umum terkait Dana Biaya Oprasional Sekolah (BOS) yang diduga diselewengkan ternyata memang bukan isapan jempol. Pasalnya, saat ini Kejaksaan Negeri Lamongan tengah membidik penyalahgunaan dana BOS tersebut.

Hal itu, diungkapkan langsung oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lamongan, Herry Purwanto. Menurutnya, Kejaksaan Negeri Lamongan saat ini tengah menangani kasus dugaan penyelewengan dana BOS yang berada di Kabupaten Lamongan, “Hari ini, kami masih melakukan pemeriksaan terhadap seorang Kepala UPT Dinas Pendidikan terkait dugaan penyimpangan Dana BOS,”ungkap Herry, senin (13/03/2017).

Sebelumnya, masih menurut Herry, Pihak Kejaksaan juga sudah memeriksa sejumlah Kepala UPT yang diperiksa secara estafet, termasuk juga sejumlah guru yang mengerti kemana aliran dana BOS tersebut,”Ini merupakan salah satu dari sekian Kepala UPT yang telah kita periksa,”imbuhnya.

Pemberian dana BOS sendiri, bertujuan untuk membebaskan segala bentuk pungutan atau sumbangan serta iuran yang dibebankan kepada siswa sehingga mereka memperoleh layanan pendidikan yang lebih bermutu. Namun, kenyataan yang terjadi, penyaluran dana BOS diduga menyimpang atau diselewengkan. Salah satunya penggelembungan jumlah siswa agar bisa dapat dana BOS yang banyak. “Yang lebih memprihatinkan lagi, dalam pengolahan Dana BOS ini, ada instansi lain yang juga ikut campur dalam sistem pengolahan selain dari pihak sekolah sendiri,”jelas Herry.

Saat ditanya apakah sudah ada hasil dari pemeriksaan ini, termasuk adanya pejabat di luar UPT Pendidikan yang berada di balik dugaan praktik penyelewengan dana BOS ini, sembari tersenyum Herry hanya menjanjikan akan segera memberitahukan kepada Wartawan.

“Sabar dulu lah, Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap semua yang diduga terlibat. Untuk hasilnya, kita tunggu kesimpulannya nanti setelah semua kita mintai keterangan. Yang pasti, pemeriksaan ini terkait dugaan Penyimpangan dana BOS tahun 2012-2014. Itu setelah Kejari mencium adanya kejanggalan dalam realisasi bantuan bagi siswa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu,”pungkasnya.

Source: suarapublikid

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here