Desa Di Turi Lamongan

militan.co.id | Kepala Desa Di Turi Lamongan Dilaporkan Ke Polisi Dengan Dugaan Pemalsuan Dokumen Lamongan, Tingginya aliran dana yang dikucurkan untuk desa, ternyata berbuntut pada ulah sebagian besar kades, terutama dalam hal gaya hidup dan bersikap terhadap keluarga. Di lamongan, dengan menuduh istrinya selingkuh, seorang kades menggugat cerai. Bahkan, dalam dokumen gugatan tersebut, tidak dicantumkan pekerjaannya sebagai Kepala Desa namun ditulis sebagai pedagang.

Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, seakan tidak pernah usai permasalahan terkait ulah Kepala Desanya. Setelah ramai terjadinya unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Dusun Jalak Desa Sukorejo lantaran perselingkuhan kasun dengan salah satu warganya. Selanjutnya, ancaman yang dilakukan oleh Kepala Desa Turi terhadap istri pertamanya lantaran memiliki identitas kependudukan ganda, kini seorang Kades kembali berulah.

Kejadian ini, dilakukan oleh Kepala Desa Kemlagi Lor, Sholihin yang dilaporkan oleh istrinya sendiri ke kecamatan setempat atas tuduhan pencemaran nama baik berserta pemalsuan dokumen, jum’at (10/03/2017).

Imroatun, istri Solihin yang didampingi Pendamping hukunya, Irfan Choiri ini langsung menemui Camat Turi Suja’i di ruang kerjanya. Tujuannya adalah melaporkan kades solihin yang telah menuduhnya berselingkuh.

“Tuduhan yang dilayangkan Sholikin kepada Saudara Saya Imroatun ini, menjadi alasan Sholihin jarang pulang ke rumah. Dan ternyata, setelah mengumpulkan sejumlah informasi, Sholihinlah yang sebenarnya telah berselingkuh dengan salah satu wanita asal Kabupaten Gresik,”ungkap Irfan Choiri usai melakukan pertemuan dengan Camat. Desa Di Turi Lamongan

Tidak hanya itu, lanjut Irfan, Sholihin juga telah melakukan gugatan cerai terhadap istrinya dengan pengaduan jika Imroatun telah berselingkuh sehingga dirinya menceraikannya. Bahkan, untuk mengelabuhi Pengadilan Agama, Sholihin telah memalsukan dokument identitasnya dengan menuliskan jika profesinya sebagai pedagang bukan kepala desa.

“Hal ini sangat tidak layak untuk dicontoh, sebagai panutan warga, Kepala Desa seharusnya memberi contoh yang baik bukan malah bertindak seperti ini,”imbuhnya.

Diharapkan, dengan adanya pertemuan dengan Camat Turi ini bakal ada penyelesaian dengan cara kekeluargaan. Pasalnya, bagaimanapun keberadaan Camat adalah sebagai Pembina para Kepala Desa. “Permasalahan ini harus secepatnya diselesaikan karena sudah menyangkut ranah Pidana dengan memalsukan dokumen identitas sekaligus pencemaran nama baik,”tandas Irfan.

Terkait permasalahan Kepala Desa Kemlagi Lor ini, Suja’i, Camat Turi sendiri tidak memberikan komentar banyak. Ia berdalih jika saat ini masih akan melakukan pendalaman lantaran baru saja mendapat laporan dari istri Kades, “Untuk sementara saya tidak bisa memberikan komentar apapun terkait hal itu (laporan Imroatun, red). Sebab ini masih dalam pendalaman dan nantinya akan ada kelanjutan dari laporan tersebut,”ungkapnya singkat.

Sementara itu, Kepala Desa Kemlagi Lor, Sholihin sendiri tidak bersedia memberikan keterangan apapun terkait hal itu. Ketika Suara Pantura menghubunginya melalui telefon celluler, awalnya menanggapi dengan seksama. Tapi setelah ditanya terkait pelaporan istrinya, Iapun bergegas menutup telefonnya dengan alasan masih repot. Sedangkan pesan singkat yang dikirimkan ke nomornyapun belum dibalasnya hingga berita ini ditulis. Desa Di Turi Lamongan

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here