Gantung Diri

militan.co.id | Pemuda Panjunan Bojonegoro Nekat Gantung Diri Dirumahnya Bojonegoro, Akhir-akhir ini, di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, kerap kali terjadi korban meninggal bunuh diri dengan cara gantung diri. Yang paling gres, kejadian gantung diri yang dilakukan oleh M. Imam Samhadi bin Hasan (20), pekerjaan swasta, yang beralamat di Desa Panjunan, RT 01, RW 01, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (08/03/2017) yang diketahui sekira pukul 06.45 wib.

Peristiwa gantung diri itu, diketahui sendiri oleh Hasan yang juga ayah korban. Saat dia pulang dari bengkel miliknya, dia hendak ke dapur yang ada di belakang rumahnya. Alangkah terkejutnya saat dia melihat anaknya dalam kondisi menggantung di blandar dapur yang berada di depan kamar mandi itu.

Saking kagetnya, membuat Hasan berteriak sekencang-kencangnya untuk minta tolong pada warga sekitar. Sehingga datang 2 (dua) orang tetangganya, yakni, Hasan (48) dan Bagio (46) yang keduanya tinggal di Desa panjunan, RT 001, RW. 001, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, yang sekaligus turut menjadi saksi dalam kejadian tersebut. Melihat kejadian itu, akhirnya pihak keluarga melaporkannya ke Polsek Kalitidu yang tak jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kalitidu langsung mendatangi TKP, dengan melakukan evakuasi korban serta menanyai para saksi yang melihat kejadian hgantung diri tersebut. Bersama anggota Polisi, turut datang ke TKP Tim Medis dari Puskesmas Kalitidu yang diketahui oleh dr Meydi, Satpol PP Kecamatan Kalitidu, anggota Koramil kecamatan Kalitidu, Kepala desa Panjunan serta warga sekitar yang ingin tahu dari dekat kejadian tersebut.

Dari hasil olah TKP, diketahui bahwa korban memiliki tinggi badan 165 centi meter dengan berat badan 60 kilogram, melakukan gantung diri di dalam rumah di ruang dapur dengan rangka rumah terbuat dari kayu. Tinggi antara lantai dengan rangka rumah ( blandar ) sekitar 2,5 meter. Menggunakan kain sarung yang di buat gantungan dari blandar dengan panjang 90 centi meter.

Kapolsek Kalitidu AKP Sugimat kepada para awak media membenarkan jika ada warga di wilayahnya yang melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri. Korban tergantung di blandar dapur depan kamar mandi mengunakan 2 (dua) kain sarung yang disambung yang diikat di blandar rumah, yang kemudian diikatkan keleher korban.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Medis Puskesmas Kalitidu menyebutkan, korban gantung diri, diketahui sudah meninggal dunia. Di tubuh korban didapatkan tanda-tanda orang gantung dengan lidah menjulur, ditemukan ada bekas jeratan pada leher. Juga keluar urine dan Feces alias berak pada korban. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan pada tubuh korban,” kata Kapolsek Kalitidu, AKP Sugimat, Rabu (08/03/2017).

Masih menurut Sugimat, dikarenakan korban meninggal dunia murni karena gantung diri sehingga korban langsung diserahkan keluarganya untuk segera dimakamkan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tetangga sekitar, korban bunuh diri diduga karena rumah tangga kedua orang tuanya yang sering cek-cok dan kurang harmonis. “Mungkin saja, korban malu dengan teman-temanya dan warga sekitar karena orang tuanya gegeran terus,” katanya, sambil minta agar namanya tak dipublikasikan. Gantung Diri

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here