Waduk Mojomanis Lamongan

militan.co.id | Asik Berenang, 2 Anak Tewas di Waduk Mojomanis Lamongan Lamongan, Berenang, dua dari empat pelajar tewas tenggelam di Waduk Dusun Mojomanis Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu, Kamis (9/3/2017).

Menurut, Ridik dan Aziz, saksi selamat yang juga teman korban saat berenang mengungkapkan, mereka semula hanya ingin berenang di waduk Mojomanis.

Waduk Mojomanis Lamongan
Proses Pencarian Korban Tenggelam

Keempatnya mencoba berenang untuk menyeberangi kedalaman waduk dari arah utara ke selatan. Mereka sukses menyeberang menembus hingga ke selatan waduk.

“Saat di pinggir bibir waduk bagian selatan, kami istirahat untuk memulihkan tenaga,”ungkap saksi Ridik kepada surya.co.id, di TKP Kamis (9/3/2017).

Merasa tenaga sudah pulih, mereka lalu sepakat berenang kembali menyeberangi waduk menuju timur pintu waduk.
Ridik, Aziz, Junaidi dan Aldi akhirnya kompak untuk berenang menyeberangi waduk.

Sekitar radius 70 meter, di luar dugaan, dua korban Junaidi (17) asal Mangkujajar Kecamatan Kembangbahu dan Aldi Irwansah (17) Dusun Mojosari Desa Lopang Kembangbahu, tiba – tiba tidak bisa mendahului dua saksi.

Tentu, ketika dua saksi selamat yang sudah tiba di bibir tanggul waduk mencari keberadaan dua korban. Padahal setahunya dua korban posisinya tak jauh di belakangnya. Panggilan keras kedua saksi tidak direspons dua korban.
Barulah kedua saksi meyakini kalau dua temannya itu tenggelam

Merasa tidak kuasa untuk menemukan dua korban, saksi Ridik akhirnya melaporkan kejadian ini ke Kasun Mojosari Desa Lopang, Harianto, dan menginformasikannya kalau Junaidi dan Aldi Irwansah tenggelam di waduk saat berenang bersamanya.

“Saya langsung ke lokasi dan mengajak warga untuk mencari korban,”ungkap Harianto, Kasun Mojosari saat ditemui Surya.co.id yang masih basah kuyup.

Pencarian Kasun bersama warga membuahkan hasil, Junaidi ditemukan dua jam kemudian setelah kejadian dan posisi jasadnya masih dekat dengan sisi selatan dalam waduk.

“Kira – kira dua jam Jun (Junaidi, red) baru saya temukan,”ungkap Harianto.

Tinggal korban Aldi yang sulit ditemukan. Apalagi ketinggian air waduk masuh cukup tinggi.

Untuk memudahkan pencarian, petugas gabungan dari BPBD, polres dan Dinas Pengairan akhirnya memutuskan membuka pintu air agar volume air waduk berkurang. Pencarian di lokasi waduk tetap dilanjutkan dan segian lainnya mencari di beberapa cabang pintu air.

Lamanya jedah pencarian, kejadian ini akhirnya menjadi pusat perhatian warga. Masyarakat konsentrasi di bibir tanggu bagian utara dan pintu air.

Tiga jam kemudian korban Aldi ditemukan lubang pintu keluar air dalam keadaan sudah meninggal dunia. Kapolsek Kembangbahu, AKP M Andi Lilik mengungkapkan, kematian korban sudah jelas penyebabnya. Yang pasti bukan karena penganiayaan.

“Ya karena tenggelam saat berenang,”katanya. Waduk Mojomanis Lamongan

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here