MJC Lamongan

militan.co.id | Mencuat Kabar MJC Lamongan Akan Ditutup, Ini Alasanya Lamongan, Meski pada bulan Desember 2016 lalu, telah muncul peraturan dari Gubernur Jawa Timur terkait Upah Minimal Kabupaten (UMK), namun tetap saja masih tidak diindahkan oleh sejumlah perusahaan khususnya di Kabupaten Lamongan. MJC Lamongan

Hal itu, salah satunya dilakukan oleh sebuah perusahaan bernama Majapahit East Java Career (MJC) yang berkantor di Jl. Panglima Soedirman No. 73 Lamongan. Pasalnya, selama ini pihak perusahaan hanya memberikan gaji kepada karyawan sebesar Rp. 160 ribu/bulan yang tentu saja melanggar aturan UMK sendiri.

Hal itu, diungkapkan oleh salah satu karyawan perusahaan setempat, HR yang mengaku hanya digaji sebesar Rp. 160 ribu saja perbulan. Padahal, saat awal perekrutan yang diumumkan melalui selebaran dan media sosial, tertera jika pihak perusahaan akan memberikan gaji sesuai dengan UMK Lamongan yakni sebesar Rp. 1.570.000.

“Awalnya kami tertarik untuk ikut bergabung dalam perusahaan tersebut (MJC, red), karena mereka menawari gaji sesuai UMK di Kabupaten Lamongan,”ungkap HR, kamis (23/02/2017).

Namun, lanjut HR, ia beserta dua temannya kecewa lantaran saat satu bulan bekerja hanya mendapatkan gaji sebesar Rp. 160 ribu saja. Di sinilah kemudian muncul permasalahan baru dengan ditahannya Ijazah ketiga karyawan tersebut.

“Karena gaji yang diberikan oleh perusahaan sangat jauh dari yang dijanjikan, kami sepakat untuk keluar dari perusahaan tersebut. Namun, saat kami hendak meminta Ijazah mereka menahannya dan menolak untuk memberikan,”imbuhnya.

Ijazah tersebut, masih menurut HR, adalah jaminan saat mereka kali pertama masuk dalam perusahaan, yang menurut management akan dijadikan sebagai acuan pendataan data karyawan. Ironisnya, pihak karyawan saat ini tidak memiliki dasar apapun terkait status mereka lantaran mereka tidak menerima salinan kontrak kerja.

“Pada saat kami ingin meminta kembali Ijazah karena upah yang diberikan sangatlah jauh dari janji semula, pihak management justru menahannya. Kami boleh mengambil kalau kami bersedia memberikan uang denda sebesar Rp. 700 ribu kepada pihak management perusahaan,”jelas HR. MJC Lamongan

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamongan, Moh. Kamil, menyangkan tindakan yang telah dilakukan oleh Perusahaan MJC. Menurutnya, sangat tidak pantas sebuah perusahaan di Kabupaten Lamongan memberikan upah hanya Rp. 160 ribu/ bulan kepada karyawannya.

“Itu sudah jelas telah meyalahi aturan ketenaga kerjaan. Padahal, pada bulan desember 2016 lalu telah ada peraturan dan Gubernur terkait UMK Kabupaten Lamongan sebesar Rp. 1.570.000, dan itu perusahaan masih diberikan kesempatan selama satu bulan untuk melakukan keberatan, namun tidak ada yang mengajukan sehingga berlaku mulai Pebruari 2017 UMK itu resmi harus diterapkan,”ungkap Kamil, kamis (23/02/2017).

Perekrutan perusahaan tersebut, Kamil sendiri berani memastikan jika tidak ikut dalam perogram Job Market Fair yang digelar Disnakertrans Lamongan beberapa waktu yang lalu. Sebab, jika perusahaan itu perekrutannya ikut dalam Job Market, pasti tidak akan sewena-wena terhadap karyawannya.

Sementara itu, Kamil juga menilai, jika da dua pelanggaran yang telah dilakukan oleh Perusahaan MJC. Pelanggaran pertama adalah terkait upah yang diberikan kepada karyawan jauh dari ketentuan, kedua adalah tidak diperkenankannya menahan Ijazah karyawan terlebih lagi harus menebusnya terlebih dahulu.

“Ini akan kami investigasi, jika hal itu benar maka kami akan koordinasi dengan Dinas Perijinan dan Penanaman Modal Kabupaten Lamongan untuk melakukan rekomendasi pencabutan izin, itu jika perusahaan tersebut sudah berijin, kalau belum ya akan kita rekomendasikan agar segera ditutup,”ungkapnya.

Sementara itu, pihak manageman sendiri tidak mau memberikan komentar apapun terhadap penahanan Ijazah karyawannya tersebut, termasuk juga upah yang diberikan kepada karyawan jauh dari standar UMK. Didik, salah satu jajaran managerial justru mempertanyakan siapa karyawan yang keberatan tersebut, “Atas nama karyawan siapa yang melaporkan,”jawabnya singkat melalui pesan singkat selluler, kamis (23/02/2017). MJC Lamongan

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here