Penderita HIV

militan.co.id | Surabaya Menjadi Kota Terbanyak Penderita HIV Surabaya, Kota Surabaya menjadi kota dengan penderita HIV terbanyak di Jatim Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim per September 2016, jumlahnya mencapai 8.300 orang. Penderita HIV

Padahal dari 57.321 jiwa warga Jatim yang diprediksi mengidap HIV, sekitar 68 persen atau sekitar 39.157 orang telah terdeteksi. Sedangkan yang dideteksi sudah mengidap AIDS, mencapai 17.394 orang.

Melihat permasalahan tersebut, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Mundakir, mengatakan bahwa sebelum 2006 lalu masalah kesehatan di masyarakat dipusatkan kepada rumah sakit.

Tapi, mulai 2006, pemusatan ini mulai digeser ke komunitas masyarakat. Sebab, masyarakatlah yang paling tahu tentang kesehatan di sekelilingnya.

Mundakir menyebutkan, bertolak dari itu, UM Surabaya kemudian mengambil peran di dalamnya.

“Untuk membantu mendeteksi, mencegah, dan memberi pertolongan dini, UM Surabaya membentuk Sahabat Remaja. Semua mahasiswa FIK UM Surabaya terlibat di dalamnya karena masuk ke kurikulum perkuliahan,” ungkapnya saat ditemui usai Seminar Peran Partisipatif Remaja dalam Upaya Mewujudkan Generasi Muda Bebas HIV/AIDS di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Kamis (9/2/2017).

Sementara ini, Sahabat Remaja bekerja di daerah binaan UM Surabaya seperti di kawasan Kenjeran dan Medokan.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinkes Jatim, Drg Ansarul Fahruda mengatakan, dari tahun ke tahun ada kenaikan penderita HIV.

Namun, kenaikan ini bukan berarti harus dianggap hal yang kurang baik. Justru dengan kenaikan ini menggambarkan kinerja dari berbagai pihak dan LSM yang berhasil menjangkau dan mengajak orang datang ke tempat layanan tes HIV yang sudah didirikan.

“Sekarang, seluruh kabupaten/kota bisa memberikan layanan tes HIV,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan itu sudah sewajarnya dikarenakan fasilitas yang sudah ada, sehingga banyak orang datang memeriksakan diri. Penemuan yang meningkat ini, lanjut dia, justru memberi nilai tambah.

“Semakin dini diketahui HIV, sehingga tidak sampai menunggu posisi ke AIDS-nya,” tuturnya.

Deteksi dini HIV ini begitu penting agar segera diobati dan tidak terjadi penularan pada keluarga atau kontak eratnya.

Ansarul menjelaskan, di Jatim ada dua faktor penyebab tingginya penularan virus HIV. Pertama, melalui hubungan seks tidak aman atau heteroseksual. Faktor kedua adalah penggunaan narkoba, psikotropika dan zat adiktif (Napza), khususnya yang menggunakan jarum suntik.

“Surabaya menjadi kota tertinggi dengan 8.300 penderita, kemudian Kota Malang dengan 3.400 penderita, disusul Kabupaten Sidoarjo dengan 2.800 penderita,” tuturnya.

Kenaikan pengidap HIV yang terdeteksi tiap tahun bertambah sekitar 100 penderita. Selain memperluas jangkauan, pihaknya meminta dokter, perawat, atau bidan berinisiatif melakukan tes kepada pasien dengan keluhan diare yang disertai dengan hal-hal lain. Penderita HIV

Jangan Lupa Bagikan Informasi Ini Ke Saudara Atau teman Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here